Rabu, 05 Mei 2010

Pemerintah Kembangkan Kopi Spesialti

Pemerintah akan mengembangkan produksi jenis kopi Arabika Spesialti alias kopi khas daerah yang memiliki kualitas terbaik Indonesia. Permintaan yang tinggi terhadap produk kopi Arabika Spesialti di pasar Internasional menjadi salah satu alasan pengembangan jenis kopi ini.

Ada dua jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia yaitu kopi Robusta atau kopi dataran rendah dan kopi Arabika yang dikembangkan di dataran tinggi diatas 1000 mdpl. Jenis kopi Arabika terdiri dari kopi biasa, spesialtis dan organik.

Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani mengatakan, pemerintah telah melakukan upaya perlindungan terhadap produk kopi spesialti diantaranya dengan penerapan undang-undang Indikasi Geografis yang belum lama diterbitkan pemerintah dalam melindungi sebuah komoditi tertentu terhadap kekhususan jenisnya.

"Dalam undang-undang itu yang kita lindungi itu adalah tanahnya," jelasnya di Gran Melia, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Selain itu, langkah ini juga mencakup perlindungan agar tanaman-tanaman komoditi itu tidak dicampuri oleh jenis tanaman lainnya sebagai sebuah produk komodiri khas. Hal ini bukan hanya diberlakukan pada komoditi kopi, namun untuk komoditi-komiditi lainnya seperti Jeruk Pontianak di Sampang Kalimantan.

Mengenai pangsa pasar kopi spesialti, menurutnya masih sangat terbuka, karena dipicu oleh bergesernya minat konsumen dari kopi biasa ke spesialti di Amerika Serikata.

Beberapa jenis kopi spesialti antara lain Luak Coffee, mandailing coffee, lintong coffee, luak coffee, Gayo Mountain Coffee, Java Arabika Coffe, Bali Cofffe, Toraja Coffee

Meski ia mengakui saat ini pengembangan kopi masih terbatas dalam program revitalisasi kebun khususnya dalam memasukan kopi menjadi komoditi yang bisa dilakukan revitalisasi.

"Kopi belum masuk dalam program revitalisasi perkebunan, seharusnya kopi sudah bisa masuk kedalam setara dengan kakao yang sudah dilakukan revitalisasi," ucapnya.

Sumber:
http://www.detikfinance.com/read/2009/07/02/144718/1157931/4/pemerintah-kembangkan-kopi-spesialti

Orang Korea Tergila-gila Kopi Luwak Indonesia

Permintaan kopi di negeri gingseng Korea Selatan terus meningkat. Sementara untuk kopi asal Indonesia yang paling digandrungi masyarakat Korea adalah jenis kopi Luwak.

Atase Perdagangan Indonesia di Korea Selatan Arief Fadillah mengatakan permintaan kopi Indonesia ke Korea terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2006 total ekspor kopi ke Korea mencapai US$ 1,3 juta, meningkat menjadi US$ 1,6 juta di tahun 2007, meningkat kembali US$ 1,7 juta pada tahun 2008. Hingga akhir Agustus 2009 ekspor kopi Indonesiz ke Korea menembus US$ 2,2 juta.

"Sekarang, kopi Luwak sangat populer di Korea," kata Arief sumringah saat ditemui di kantor Departemen Perdagangan, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Selain kopi Luwak, lanjut Arief, jenis kopi-kopi spesialti Indonesia seperti kopi Toraja juga sangat laris manis terjual. Ia mengatakan tingginya minat orang Korea terhadap produk kopi asal Indonesia karena kopi Indonesia memiliki citarasa unik.

Ia optimistis semakin tingginya permintaan kopi Indonesia ke Negeri Ginseng tersebut bisa membuat ekspor kopi Indonesia ke Korea hingga akhir tahun tembus US$ 3 juta.

Selain produk kopi yang laris manis, produk Indonesia yang saat ini digandrungi oleh pasar Korea adalah produk tanaman hias daun-daunan. Prospek produk tanaman hias ke Korea sangat luar biasa. Umumnya tanaman hias yang laris adalah jenis tanaman hias daun pedang-pedangan yang biasa digunakan oleh masyarakat Korea sebagai sirkulator udara alami.

Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2009/11/02/181235/1233597/4/orang-korea-tergila-gila-kopi-luwak-indonesia

The History of Coffee

Men began to drink coffee in the 12th century in Africa. A legend says that around the year 1400, a sheperd in Ethiopia named Kaldai noticed his goats jumping merrily after they ate a red fruit. He tried to eat it and felt freshened. His wife then gave it to the priest, who baked it for reducing its power. But perceiving its attractive smell, he pounded it and put it in the water to extinguish the fire. He tried to drink that water and felt vigorous. Later, it was propagated by merchants.

Another legend about the history of coffee says that the first man to have known and drunk coffee was Mufti of Eden in the 9th century. Still another legend says that the first coffee drinker was an imam named Deli of the Middle East, who often felt sleepy while praying. Later, he overcame his drowziness by drinking coffee boiled in water as someone had told him to do. After that, the coffee drinking habit reached to the laity and became a way of life in the Middle East. In the 17th century, coffee bacame known to the Europeans, first to the adventurers, and the man whom made coffee popular was Suliman Alga, an envoy to King Louis XIV's Court around 1715. After that the price of coffee soared because French noblemen became coffee-addicted.

The Europeans began to know and like drinking coffee at around the 19th century but this was confined to writers, poets and rich people only. The French attepted to grow coffee in the southern part of their country to no avail. The Dutch tried to do the same in Ceylon and East India, and succeeded. Then the French followed. The two people jealously guarded their own coffee seeds. Upon the rise of a border dispute in Ghana between France and Holland, the King of Brazil sent an envoy to mediate, who sneakily took coffee seeds to reproduce in Brazil so that this country has now become the world's largest coffee producer.

Manfaat Kopi Bagi Tubuh

Kopi, minuman favorit dunia ternyata memberi banyak sekali manfaat untuk tubuh. Apa saja?

Diabetes

Menurut Para peneliti di Harvard, mengkonsumsi enam cangkir kopi atau lebih setiap harinya dapat mengurangi resiko Diabetes. 54% bagi pria, dan 30% bagi wanita.

Penelitian lainnya yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology menunjukkan konsumsi empat cangkir atau lebih per harinya pada lansia memiliki resiko DIabetes tipe 2 lebih rendah dibandingkan dengan yang jarang mengkonsumsi kopi.

Karena selain mengandung kafein, kopi juga mengandung antioksidan, dan mineral yang meningkatkan sensitifitas insulin dan metabolisme glukosa.

Kanker Kolon, HCC, dan Sirosis Hati

Dua cangkir kopi sehari dapat menurunkan resiko kanker kolon sebanyak 25%, dan sirosis hati sebesar 80%. Antoksidan yang terkandung di dalam kopi dapat membantu melindungi sel dari radikal bebas yang seringkali dikaitkan dengan kanker dan kelainan otak degeneratif.

Dr. Francesca Bravi dari Italia menemukan bahwa peminum kopi menikmati 41% pengurangan resiko HCC (Hepatocellular Carcinoma) atau kanker hati, dibanding dengan mereka yang tidak pernah mengkonsumsi kopi.

Batu empedu

Kopi meningkatkan aliran empedu dan mencegah kristalisasi empedu. Dua cangkir satu hari dapat mengurangi resiko batu empedu sebesar 50%.

Jantung

Kopi juga dapat melindungi peminumnya dari serangan jantung. Penelitian yang dilakukan di Harvard menunjukkan wanita yang mengkonsumsi 5 cangkir atau lebih setiap minggunya mampu mengalami penurunan resiko serangan jantung sebesar 32% dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi kurang dari 4 cangkir setiap minggunya.

Kopi juga dapat mengurangi efek negatif rokok dan alkohol.

Sakit kepala

Satu dosis obat penawar sakit megandung 120 miligram kafein, sama seperti jumlah yang ditemukan dalam secangkir kopi. Kafein ditambahkan pada obat penawar sakit karena bisa meningkatkan penyerapan dalam peningkatan efek penghilang sakit. Kafein juga membatasi pembesaran pembuluh darah ke kepala, yang dapat menyebabkan migran.

Gigi rusak

Komponen yang memberi kopi aroma dan rasa pahit, yaitu Trigonelline, diakui para peneliti Italia memiliki zat anti bakeri dan anti lekat yang menceah gigi berlubang.

Stamina tubuh

Kafein memberi signal pada otak dan sistem syaraf untuk melakukan hal-hal secara berbeda. Penelitian menunjukkan dua cangkir kopi sanggup membangun stamina tubuh.

Kantuk

Anda dapat mengkonsumsi kopi untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa membuat Anda kesulitan tidur setelahnya. Namun ada pula sebagian orang yang lebih bereaksi pada tidur sejenak dibandingkan dengan minum kopi.

Konstipasi

Kopi cenderung mempercepat proses pengosongan perut sehingga masalah sembelit dapat teratasi.

Walaupun kopi memiliki banyak manfaat, kopi dikenal dapat meningkatkan kegelisahan. Dosis konsumsi yang terlalu banyak tidak bisa diterima semua orang. Selain itu, tingkat keasaman kopi yang tinggi dapat merangsang pengeluaran asam lambung berlebih.

Manfaat dan Bahaya Kopi

Zat yang terkandung dalam kopi adalah kafein.

Kafein merupakan senyawa kimia alkaloid yang dikenal sebagai trimetilsantin dengan rumus molekul C8H10N4O2. Jumlah kandungan kafein dalam kopi adalah 1-1,5%, sedangkan pada teh 1-4,8%.

Kafein bekerja dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin
dalam sel syaraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin.



Manfaat kopi

Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.

Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).

Dimana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.

Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya.


Kerugian Kopi

Selain manfaatnya untuk kesehatan ternyata kopi juga memiliki kerugian. Salah satunya adalah efek ketergantungan.

Minum kopi ternyata dapat meningkatkan resiko terkena stroke. Sebuah penelitian yang dimuat dalam journal of neurology, neurosurgry and psychiatry tahun 2002 menyimpulkan bahwa minum lebih dari 5 gelas kopi perhari akan meningkatkan resiko terjadinya kerusakan pada dinding pembuluh darah.

Kafein juga dapat menyebabkan insomnia, mudah gugup, sakit kepala, merasa tegang dan cepat marah.

Pada wanita hamil juga disarankan tidak mengkonsumsi kopi dan makanan yang mengandung kafein. Hal ini karena kafein dapat meningkatkan denyut jantung. Pada janin dapat menyerang plasenta dan masuk dalam sirkulasi darah janin. Dampak terburuknya, bisa menyebabkan keguguran.


Aman konsumsi kopi

Minum kopi dalam jumlah yang cukup atau sedang tidak akan membahayakan, bahkan akan bermanfaat bagi kesehatan.

Jumlah yang boleh dikonsumsi adalah 300 mg kafein atau setara dengan 3 cangkir kopi perhari. Kecanduan terhadap kafein diperkirakan jika mengkonsumsi lebih dari 600 mg kafein atau setara dengan 5-6 cangkir kopi perhari selama 8-15 hari berturut-turut.

Sedangkan dosis yang dapat berakibat fatal bagi manusia adalah sekitar 10 gram kafein atau 20-50 cangkir perhari.


Sumber: Dra. Emma S Wirakusumah, Msc dan Wikipedia
 
Sahabat Ngopi Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template