Tampilkan postingan dengan label Kopi Luwak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopi Luwak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Mei 2010

Orang Korea Tergila-gila Kopi Luwak Indonesia

Permintaan kopi di negeri gingseng Korea Selatan terus meningkat. Sementara untuk kopi asal Indonesia yang paling digandrungi masyarakat Korea adalah jenis kopi Luwak.

Atase Perdagangan Indonesia di Korea Selatan Arief Fadillah mengatakan permintaan kopi Indonesia ke Korea terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2006 total ekspor kopi ke Korea mencapai US$ 1,3 juta, meningkat menjadi US$ 1,6 juta di tahun 2007, meningkat kembali US$ 1,7 juta pada tahun 2008. Hingga akhir Agustus 2009 ekspor kopi Indonesiz ke Korea menembus US$ 2,2 juta.

"Sekarang, kopi Luwak sangat populer di Korea," kata Arief sumringah saat ditemui di kantor Departemen Perdagangan, Jakarta, Senin (2/11/2009).

Selain kopi Luwak, lanjut Arief, jenis kopi-kopi spesialti Indonesia seperti kopi Toraja juga sangat laris manis terjual. Ia mengatakan tingginya minat orang Korea terhadap produk kopi asal Indonesia karena kopi Indonesia memiliki citarasa unik.

Ia optimistis semakin tingginya permintaan kopi Indonesia ke Negeri Ginseng tersebut bisa membuat ekspor kopi Indonesia ke Korea hingga akhir tahun tembus US$ 3 juta.

Selain produk kopi yang laris manis, produk Indonesia yang saat ini digandrungi oleh pasar Korea adalah produk tanaman hias daun-daunan. Prospek produk tanaman hias ke Korea sangat luar biasa. Umumnya tanaman hias yang laris adalah jenis tanaman hias daun pedang-pedangan yang biasa digunakan oleh masyarakat Korea sebagai sirkulator udara alami.

Sumber: http://www.detikfinance.com/read/2009/11/02/181235/1233597/4/orang-korea-tergila-gila-kopi-luwak-indonesia

Kopi Luwak

Mendapatkan kopi luwak asli

Potensi kopiluwak di Indonesia tersebar di beberapa wilayah yang memiliki perkebunan kopi cukup luas dan perkebunan kopi tersebut biasanya berada di pinggir hutan yang merupakan habitat binatang luwak. Kopiluwak asli yang dihasilkan hingga saat ini adalah hasil dari pengumpulan dari alam. Dimana dengan melihat kondisi ini maka jumlah kopi luwak asli yang dihasilkan sangat bergantung dari musim buah kopi, luas wilayah perkebunan dan populasi binatang luwak. Dengan kata lain produksi kopi luwak sangat bergantung dengan alam sehingga sulit untuk memprediksikan jumalh produksinya.

Pengolahan



Kopi luwak asli yang dikumpulkan dari alam, biasanya masih dalam bentuk feses dari binatang luwak kemudian diproses dengan tatacara tersendiri hingga menghasilkan biji kopi liuwak asli dengan cita rasa istimewa.

Standar penggorengan (roasting)

rosater
Cara tradisional & modern dengan mesin

Pada umumnya penikmat kopi pada masyarakat Indonesia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga hitam. Sedangkan untuk beberapa negara asia seperti Korea, Jepang, Taiwan mereka menyukai cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa lebih menyukai warna kecoklatan.

Untuk memastikan kualitas penggorengan yang baik dan merata kami menggunakan mesin roasting Gene Cafetm. Pada dasarnya terdapat kurang lebih 8 jenis roasting yaitu:

Jenis Roasting Karakteristik
Light Roast Cokelat kekuningan, rasa asam yang kuat, aroma tidak kuat. Sedikit bau kopi mentah
Cinnamon Roast Ala Amerika. Sedikit asam. Warna Cinnamon (kayu manis)
Medium Roast Memiliki karakteristik asam dan aroma manis. Berwarna seperti kacang. Ala Amerika
High Roast Rasa pahit lebih terasa dibanding asam. Cocok untuk es kopi.
City Roast Standar aroma dan rasa yang seimbang. Ala Kota New York
Full City Roast Rasa pahit sedikit lebih terasa dari pada asam. Cocok untuk es kopi
French Roast Lebih pahit. Rasa unik yang kaya. Ala Eropa. Cocok untuk es kopi
Italian Roast Pahit dan aroma kuat tetapi tidak asam. Warna mendekati hitam. Cocok untuk Espresso maupun cappuccino


Penyajian

Metode penyajian dalam menikmati kopi luwak pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan penyajian kopi pada umumnya. Namun kami menyarankan berdasarkan pengalaman kopi luwak dapat dinikmati dengan menyeduh + 8 grm/150 cc air panas (95 - 98oC). Pergunakan air setelah mendidih supaya cita rasa dapat terjaga dan tidak ikut menguap beserta air mendidih. Pergunakan media cangkir yang berbahan keramik agar dapat menahan dan menjaga panas agar tidak cepat dingin. Kopi luwak akan lebih terasa nikmat bila dihidangkan tanpa gula (black coffe)

Selamat menikmati Kopi Luwak........

 
Sahabat Ngopi Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template